Sistem Syaraf

SISTEM SYARAF

Sistem syaraf yang dimiliki hewan berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan hewan semakin kompleks sistem sarafnya. Disebut sebagai suatu sistem, karena saraf terdiri dari atas berbagai kesatuan atau unit yang saling berinteraksi. Pada dasarnya unit-unit tadi disusun oleh satuan terkecil yang disebut5 sel saraf (neutron).

Organism perlu mengenali perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan itu dapat merupakan rangsangan atau stimulus bagi organism. Menurut asalmnya, rangsangan dibedakan menjadi dua macam yaitu, rangsangan dari kuar tubuh dan dari dalam tubuh. Rangsangan dari luar tubuh misalnya suara, cahaya, bau, panas, dan tekanan. Rangsangan dari dalm tubuh misalnya rasa lapar, haus dan nyeri. Menurut jenisnya, rangsangan dibedakan menjadi rangsangan mekanis, kimia dan fisik. Contoh rangsangan mekanik adalah sentuhan dan tekanan. Contoh rangsangan kimia adalah rasa manis, pahit, asin, asam dan bau. Contoh rangsangan fisik adalah suhu, listrik, grafitasi, cahaya, dan suara. Unuk dapat bereaksi terhadap perubahan lingkungannya organism memerlukan tiga komponen utama yaitu reseptor, sistem saraf dan efektor.

1. Reseptor

Reseptor atau penerima merupakan suatu struktur yang mampu mendeteksi rangsangan tertentu yang berasal dari luar dan dalam tubuh. Organ indra kita adalah reseptor (penerima) rangsangan.

Pada indra terdapat ujung-ujung saraf sensorik yang peka terhadap rangsng terentu. Rangsangan yang diterima diteruskan melalui serabut saraf sebagai impuls saraf.

2. Sistem saraf

Sistem saraf terdiri sistem saraf pusat dan tepi, berfungsi menerima, mnengolah, dan meneruskan rangsangan ke efektor.

3. Efektor

Efektor merupakan struktur yang melaksanakan aksi sebagai jawaban terhadap impuls yang datang padanya. Efektor yang penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.

Rangsang/ Stimulus reseptor

Aksi/Respons saraf


1. Sel saraf (Neutron)

Sistem saraf dibangun olehtrilyunan sel saraf atau neuron. Sel saraf adalah sel yang memiliki kepekaan terhadap rangsang dan mampu menghantarkannya. Sebuah sel saraf memiliki satu badan sel yang lengkap dengan sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar tonjolan-tonjolan sitoplasma. Ada dua macam tombolan sitoplasma yaitu dendrite dan neurit (akson).

Lihat gambar 9.5.

Badan sel memiliki sebuah inti dan di dalam sitoplasmanya terdapat butir-butir Nissl. Butir-butir Nssl berfungsi untuk mensintesis protein karena di dalam butir tersebut mengandung RNA. Badan sel ini hanya terdapat pada saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada ganglion. Gaglion merupakan sekumpulan badan sel saraf yang terdapat di luar saraf pusat. Ciri khas lain dari saraf adalah adanya neurofibril yang terdapat di seluruh badan sel meluas sampai dendrite dan neurit.

Dendrite merupakan tonjolan sitoplasma yang terletak pada badan sel, berfungsi untuk meneruskan impuls dan reseptor menuju badan sel. Dendrite memiliki hubungan dengan reseptor atau dengan ujung-ujung akson dari neuron lain. Pada umumnya dendrite berupa serabut pendek, tetapi pada sel saraf sensori dendrite berukuran panjang.

Neurit (akson) merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi menyalurkan impuls dan badan sel. Neurit dari beberapa sel saraf dibungkus oleh selaput myelin. Selaput/ selubung myelin ini tersusun sebagian besar oleh lemak. Neurit diibaratkan sebagai kabel listrik; kawat halus di dalamnya sbagai neurofibril dan pembungkusnya sebagai selaput myelin. Myelin berfungsi untuk melindungi akson dan member nutrient. Selaput myelin merupakan kumpulan sel Schwann.tidak semua bagian akson diselubungi selaput myelin. Pada tempat-tempat tertentu terdapat suatu penyempitan melingkar (sirkuler) yang disebut nodus ranvier ( Node of Ranvier), sehingga serabut tampak seperti berbuku-buku. Nodus Renvier tersebut berfungsi untuk mempercepat penghantaran impuls. Selain itu selaput myelin tidak terbungkus sampai ujung-ujung saraf. Ujung neurit akan berhunungan dengan ujung dendrite dari sel saraf lainnya atau efektor yang berupa otot atau kelenjar. Pertemuan antara aksin dengan dendrite atau efektor tersebut menimbulkan bentukan bonggol yang membentuk celah yang disebut sinspsis.

Sel saraf atau neutron terdiri dari:

· Badan sel yang memiliki inti dan sitoplasma serta butir Nissl

· Tonjolan sitoplasma yaitu dendrite dan neurit

· Dendrite menghantarkan implus dari luar ke dalam badan sel

· Neurit menghantarkan implus dari badan sel ke luar

· Neurit terdiri atas neurofibril yang dibungkus selaput myelin

· Selaput myelin mengandung sel-sel Schwann

· Terdapat nodus Ranvier, yaitu penyempitan selubung myelin

· Pertemuan akson dengan dendrite atau efektor membentuk sinapsis


2. Macam-macam Sel Saraf

Berdasarkan pada struktur dan fungsinya, terdapat tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf sensori, motor dan konektor (interneutron).

a. Sel saraf sensori

Sel saraf sensori merupakan sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari alat indra menuju ke otak atau ke sumsum tulang belakang. Oleh karena itu sel saraf sensori disebut juga sel saraf indera. Dendritnya berhubungan dengan indera untuk menerima rangsang, sedangkan neuritnya berhubungan dengan sel saraf lain.

b. Sel Saraf Motor

Sel saraf ini berfungsi untuk menyampaikanperintah dari otak atau sumsum tulang belakang menuju otot atau kelenjar tubuh. Sel saraf ini disebut juga sebagai sel saraf penggerak. Dendritnya berhubungan dengan neurit neuron lain sedangkan neuritnya berhubungan dengan efektor. Efektor biasanya berupa otot atau kelenjar tubuh. Badan sel saraf motor terdapat pada pusat saraf.

c. Sel Saraf Konektor (interneutron)

Interneutron merupakan sel saraf berkutub banyak (multipolar) yang memiliki banyak dendrite dan akson. Fungsi sel saraf ini untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensori ke neuron motor. Sel saraf ini disebut juga sebagai sel saraf perantara atau penghubung. Ujung dendrite sel saraf yang satu berhubungan dengan ujung neurit sel saraf lain. Pada pertemuan ujung neurit dengan dendrite sel saraf sel saraf berikutnya terdapat celah yang sempit yang disebut sinapsis. Pada tempat tertentu, badan sel saraf terkumpul membentuk simpul saraf yang disebut ganglion.

3. Mekanisme Jalannya Impuls Saraf

Impuls dapat dikatakan sebagai “aliran listrik” yang merambat pada serabut saraf. Bila sebuah serabut saraf tidak menghantarkan impuls dikatakan bahwa serabut saraf tersebut dalam keadaan istirahat. Impuls dapat dihantarkan melalui sel saraf sinapsis. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut.

a.Impuls Melalui Sel Saraf

impuls dapat mengalir melalui serabut sysraf karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam serabut saraf. Pada saat sel saraf istirahat, sebelah dalam serabut saraf bermuatan negative kira-kira -60 mV, sedangkan di sebelah luar serabut saraf bermuatan positif. Keadaan muatan listrik tersebut diberi nama potensial istirahat, sedangkan membrane serabut saraf dalam keadaan polarisasi Jika sebuah impuls merambat melelui akson, dalam singkat muatan di sebuah dalam menjadi positif, kira-kira +60 mV dan muatan sebelah luar menjadi negative. Perubahan tiba-tiba pada potensial istirahat bersamaan dengan impuls disebut potensial kerja. Pada saat ini terjadi depolarisasi pada selapit membrane akson. Proses depolarisasi merambat sepanjang serabut saraf bersamaan dengan merambatnya impuls. Akibatnya, muatan negative di sebelah luar membrane merambat sepanjang serabut saraf. Lihat gambar 9.7.

apabila impuls telah lewat, maka sementara waktu serabut saraf tidak bisa dilalui oleh impuls karena terjadi perubahan dari potensial kerja menjadipotensial istirahat. Agar dapat berfungsi kembali diperlukan waktu kira-kira 1/500 sampai 1/1000 detik untuk pemulihan.

Rangsangan yang dapat menimbulkan impuls harus sama atau di atas ambang batas. Rangsangan yang memiliki kekuatan di bawah ambang batas tidak akan menghasilkan impuls yang dapat mengubah potensial listrik. Kecepatan merambatnya impuls pada mamalia tertentu dapat lebih dari 100 meter per detik sadangkan pada beberapa hewan tingkat rendah kira-kira 0,5 meter per detik.

Ada dua faktor yang mempengaruhikecepatan rambatan impuls saraf yaitu selaput myelin dan diameter serabut saraf. Pada serabut saraf yang bermielin, berpolarisasi hanya terjadi pada nodus ranvier, sehingga terjadi lompatan potensial kerja, akibatnya impuls saraf lebih cepat merambat. Mengenai diameter serabut saraf semakin cepat rambatan impuls sarafnya.

b. impuls melalui sinapsis

sinapsis merupakan titik temu antara ujung neurit atau akson dari suatu neutron denagn ujung dendrite dari neuron dengan ujung dendrite dari neuron lainnya. Setiap ujung akson membengkak membentuk bonggol sinapasis (synaptic knob). Pada bonggol sinapsis tersebut mitokondria dan gelembung-gelembung sinapsis ( lihat gambar 9.8). gelembung-gelembung sinapsis tersebut berisi zat kimia neurotrasmiter yang berperan penting dalam merambatkan impuls saraf ke sel saraf lain. Ada berbagai macam neurotransmiter antara lain asetilkolin yang terdapat pada sinapsis di seluruh tubuh, noradrenalain terdapat di saraf simpatetik, dan dopamine serta serotonin terdapat di otak. Apa akibatnya apabila zat-zat kimia neurotransmitter itu tidak berfungsi?

Antara ujung borgol sinapsis denagn membrane sel saraf berikutnya terdapat celah sinapsis yang dibatasi oleh membtan pre-sinapsis (membrane dari borgol sinapsis) dan membrane post-sinapsis (membrane dendrite dari sel saraf berikutnya). Apabila impuls saraf pada bonggol sinapsis, maka gelembung-gelembung sinapsis akan mendekati membrane pre-sinapasis, kemudian melepaskan isinya yaitu neurotransmitter ke celal sinapsis. Impuls sraf dibawa oleh neurotransmitter ini. Eurotransmiter menyebrang celah sinapsis menuju membrane post-sinapsis. Zat kimia neutrotransmiter ini mengakibatkan terjadinya depolarisasi pada membrane post-sinapsis dan terjadilah potensial kerja. Ini berarti inpuls telah diberikan ke serabut saraf berikutnya. Dengan demikian impuls saraf menyebrangi celah sinapsis dengan cara perpindahan zat kimia,, untuk kemudian dilanjutkan pada sel saraf berikutnya dengan cara rambatan potensial kerja.

Apabila neurotransmiter sudah melaksanakan tugas maka akan diuraikan oleh enzim yang dihasilkan oleh membrane post-sinapsis. Misalanya apabila neurotransmitter berupa asetilkolin maka enzim yang menghidrolisisnya adalah enzim asetilkolinesterase.

TERJADINYA GERAK BIASA DAN GERAK REFLEKS

Gerak merupakan salah satu aktifitas tubuh yang dapat digunakan untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan gerakan ynag disadari maupun yang tidak kita sadari. Berjalan, makan merupakan gerakan yang disengaja. Gerakan yang dilakukan dengan kesadaran disebut gerak biasa atau gerak sadar. Adapun gerakan yang dilakukan tanpa kita sadari, misalanya berkedip dan bernapas disebut gerak reflex. Pada dasarnya gerak reflex merupakan bgian dari mekanisme paertahanan pada tubuh dan prosesyang cepat dari gerak sadar.

Impuls pada gerakan bisa melalui perjalanan yang berbeda dengan gerakan reflex. Pada gerak biasa impuls yang diterima oleh reseptor berjalan ke saraf sensori, selanjutnya dibawa ke otak untuk di olah. Hasil olahan di otak berupa tanggapan akan dibawa oleh saraf motor menuju ke efektor.

Gerak reflex melelui jalan pendek yaitu diawali dengan reseptor sebagai penerima rangsangan kemudian dibawa oleh saraf sensori ke pusat saraf. Impuls tersebut selanjunya diterima sel saraf penghubung (neuron perantara) tanpa diolah oleh otak, kemudian tanggapan di kirim oleh saraf motor menuju efektor. Jalannya impuls pada suatu kegiatan reflex disebut lengan reflex. Berdasarkan letak saraf penghubungnya, gerak reflex dibedakan menjadi reflex otak dan reflex sumsum tulang belakang. Disebut reflex otak apabila saraf penghubungnya terletak di dalam otak misalnya reflex pupil mata yang membesar atau mengecil sebagai respon terhadap perubahan intesitas cahaya. Disebut reflex sumsum tulang belakang apabila saraf penghubungnya terletak di dalam sumsum tulang belakang, misalnya reflex pada lutut. Lihat gambar 9.9

rangsang

Neuron perantara

Saraf motor

Saraf sensori


gerak


Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Seluruh aktifitas tubuh kita dikendalikan oleh sistem saraf pusat tersebut. Oleh karena peranan kedua organ di atas sangat penting, maka diperlukan perlindunagan. Otak dilindungi oleh tengkorak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu, kedua organ sistem saraf dilindungi oleh selaput meningia. Meningia terdiri dari tiga lapis, dari dalam ke luar yaitu:

1. Piamater (pia = lunak)

Piamater adalah selaput paling dalam dan sangat dekat denangan permukaan otak dan sumsum tulang belakang. Lapisan ini menyelipkan diri kedalam celah-celah yang ada pada otak dan sumsum tulang belakang. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah, sehingga berperan dalam menyalurkan oksigen dan zat makanan serta mengeluarkan sisa metabolism.

2. Arachnoid

Arachnoid merupakan selaput jarinagan yang lembut, terletak antara piamater dan duramater.

3. Duramater (dura = liat/kuat)

Duramater merupakn lapisan terluar yang padat dank eras serta bersatu dengan tengkorak

Rongga antara lapisan arachnoid dan priamater berisi cairan serebrospinal yang berfungsi sebagai bantalan bagi otak untuk melindungi dari benturan pada tengkorak dan juga berperan membawa nutrient, hormone, serta sel darah putih menuju bagian-bagian otak. Cairan serebrospinal bersifat alkalis, bening (mirip plasma) dan dihasilkan oleh bagian atap otak tengah (diensefalon).

Otak dan sumsum tulang belakang memiliki substansi pokok yaitu:

a. Substansi kelabu (substansi grissea), berwarna abu-abu dan merupakan kumpulan badan sel

b. Substansi putih (substansi alba), berwarna putih dan merupakan kumpulan serabut saraf

Serabut saraf diselimuti sejenis sarung yang terbentuk dari bahan lemak, yang berfungsi melindungi, member makan, dan memisahkan serabut-serabut saraf. Adanya pelindung tersebut mengakibatkan warna putih pada substansi alba.

Otak dan sumsum tulang belakang memiliki kedua substansi tersebut, namun susunannya berbeda. Pada otak, substansi kelabu terletak pada bagian korteks (kulitnya), dan substansi putih terletak dibagian tengah. Sebaliknya, pada sumsum tulang belakang substansi kelabu terletak di bagian tengah (dalam), dan penampang melintangnya terbentuk seperti kupu-kupu, sedangkan substansi putih terletak di bagaian korteks. Lihat gambar 9.16

1. Otak

Otak merupakan pusat saraf yang paling utama, terletak di dalam rongga tengkorak. Berat otak orang dewasa sekitar 1,4kg. otak manusia terdiri atas dua belahan (hemisfer) yang besar. Oleh karena terdapat pindah silang pada jalur-jalur spinal, maka belahan otak kiri mengendalikan sisi kanan tubuh dan sebaliknyaotak kanan mengendalikan sisi kiri tubuh.

Otak dibagi menjadi tiga daerah yaitu otak depan, otak tengah dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembnagn otak pada fase embrio, sedangkan pada otak manusia dewasa sudah tidajk tampak nyata Karena masing-masing terdiri dari beberapa bagian atau lobus

a. Otak Depan atau Otak Besar

Bagian yang paling menonjol dari otak manusia adalah otak besar (cerebrum), yang disebut otak depan. Otak depan terdiri dari 2 belahan besar yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuhbagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri. Masing-masing belahan otak besar yang telah disebut di atas dibagi menjadi empat lobus yaitu frontal, parietal, oksipital, dan temporal (gambar 9.13). Antara lobus prontal dan lobus parietal dipisahkan oleh sulkus sentralis (celah tengah) atau celah ronalado.

Otak depan tersusun atasdua lapisan yaitu lapisan luar 9korteks) dan lapisan dalam.

1. Lapisan luar (korteks)

Merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel-sel saraf. Permukaan lapisan korteks berlipat-lipat, sehingga permukaannya menjadi lebih luas. Pada lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf.

2. Lapisan Dalam

Merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu dendrite dan neurit.

Otak depan merupakan pusat saraf utama. Karena memiliki fungsi yang penting dalam pengaturan semua aktifitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran dan pertimbangan. Secara terperinci aktifitas tersebut dikendalikan pada daerah yang berbeda.

Di sepan lekuk tengah (sulkus sentralis) terdapat daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar. Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan bicara. Daerah anterior pada lobus frontalis berhubungan dengan kemampuan berpikir. Di belakang (posterior) surklus sentralis merupakan daerah sensori. Pada daerah ini berbagai sifat perasaan dirasakan kemudian ditafsirkan. Daerah pendengaran (auditori) terletak pada lobus temporal. Di daerah ini kesan atas suara diterima dan diinterpretasikan. Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung lobus oksipital yang menerima bayangan dan selanjutnya bayangan itu ditafsirkan. Adapun pusat pengecapan dan pembau terletak di lobus temporal bagian ujung anterior (lihat gambar 9.14)

b. Otak tengah

Otak tengah (dinsefalon) manusia cukup kecil dan tidak menyolok, terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Bagian terbesar dari otak tengah pada sebagian besar vertebrata adalah lobus optikus yang ukurannya berbeda-beda. Pada Mammalia terdapat corpora kuadrigemania (sebagai lobus optikus pada Vertebrata tingkat rendah) yang berperan pada gerakan mata, seperti penyempitan pupil mata dan reflex pendengaran tertentu. Selain itu otak tengah mengandung pusat-pusat pengendali keseimbangan dan serabut saraf yang menghubungkan bagian otak belakang dengan bagian otak depan juga antara otak depan dengan mata.

c. Otak Belakang

Otak belakang meliputi jembatan varol (pons varolii), sumsum lanjutan (medulla oblongata) dan otak kecil (serebelum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak.

1. Jembatan Varol (Pons Varolii)

Jembatan Varol berisis serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak kecil dengan korteks otak besar.

2. Sumsum Lanjutan (Medulla Oblongata)

Sumsum lanjutan atau medulla oblongata membentuk bagian bawah batang otak swerta menghubungkan pons varolii dengan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Sumsum lanjutan berperan sebagai pusat pengatur pernapasan dengan cara meneruskan impuls saraf yang merangsang otot antara tulang rusuk dan diafragma. Selain itu juga berperan sebagai pusat pengatur reflex fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, pelebaran/ penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan. Fungsi lainnya yaitu mengatur gerak reflex seperti batuk, bersin, dan berkedip.

Di anterior sumsum tulang lanjutan terdapat thalamus yang terdiri dari dua tonjolan. Peran thalamus ini sebagai tempat meneruskan impuls ke daerah sensori pada korteks otak besar untuk disatukan. Selain itu thalamus memiliki hubungan berbagai bagian otak sehingga merupakan tempat lalulintas impuls diantara bagian-bagian otak san serebrum.

Di sebelah anterior thalamus terdapat hiputalamus (lihat gambar 9.15) yang memiliki peran untuk mengatur fungsi organ dalam (visceral). Hipotalamus mengatur bermacam-macam (rasa lapar dan kenyang), minum (rasa haus), emosi (marah, senang, gusar), serta prilaku produktif. Selain itu hipotalamus juga merupakan tempat neurosekresi yang mempengaruhi pengeluaran hormone pada hipofisis.

3. Otak Kecil (serebelum)

Otak kecil (serebelum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak dibawah lobus oksipital serebum. Otak kecil terdiri atas 2 bahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Bila terjadi cedera pada otak kecil dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerakan otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukan makanan kedalam mulutnya.

Mengingat pentingnya fungsi otak, baik otak besar maupun otak kecil, maka kita perlu menjaganya dengan seksama. Hindari benturan kepala. Gunakan helm jika kalian bersepatu roda, atau mengendarai sepeda motor. Menurut data statistic, kematian pada kecelakaan kendaraan bermotor lebih banyak melibatkan oleh benturan kepala.

2 .Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang, memanjang dimulai dari ruas tulang leher sampai denagn antara tulang pinggang pertama dan kedua. Susunan sumsum tulang belakang sama seperti susunan sumsum lanjutan (medulla oblongata) yaitu tersusun atas dua lapisan. Lapisan luar berwarna putih berisi dendrite dan neurit, sedangkan lapisan dalam berwarna abu-abu banyak mengandung sel saraf.

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang bagian dalam yang berwarna abu-abu berbentuk seperti kupu-kupu (ada yang mengatakan seperti huruf H) dan terdiri atas:

a. Akar dorsal yang mengandung saraf sensori

b. Akar ventral yang mengan dung saraf motor eferen

c. Saluran pusat (kenalk sentral) yaitu saluran yang mengandung cairan serebrospinal yang berhubungan dengan rongga ventrikel dalam otak.

Adapun bagian putih yang terdapat di tepi, dan mengelilingi bagian abu-abu berisi:

a. Serabut-serabut sepinal yang dating dari bagian abu-abu, dan

b. Serabut saraf sepanjang sumsum tulang belakang yang menghubungkan saraf spinal dengan otak.

Fungsi sumsum tulang belakang adalah sebagian pusat gerak reflex, penghantar impuls sensori dari kulit/ otot ke otak dan membawa impuls motor dari oatk ke otot tubuh.

Sistem saraf tepi

Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (sistem saraf kraniospinal) dan sistem saraf tak sadar

( sistem sraf autonom).

1. Sistem Saraf Sadar

Sistem saraf sadar artinya sistem saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar, dibawah komando kesadaran kita. Sebagai contoh, tangan kita gerakkan karena secara sadar kita ingin mengambil gelas; bibir bergerak kerena kita bsadar kita ingin berbicara.

Sistem saraf sadar (kraniospinal) meliputi sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf kepala disusun oleh 12 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kepala utama berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Adapun keduabelas saraf tersebut meliputi:

1. Tiga pasang saraf sensori yaitu saraf nomor I, II, dan VIII.

2. Lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor III, IV, VI, XI, dan XII.

3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor yaitu saraf nomor V, VII, IX, dan X.

Lihat gambar 9.17

Sedangkan sistem saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf tulang punggung melayani reseptor dan efektor lain (selain reseptor dan efektor yang disarafi oleh otak). Berdasarkan asal saraf tersebut dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pingggang, 5 pasang saraf pinggul, san satu pasang saraf ekor.

Pada tubuh manusia dijumpai adanya pleksus (gabungan) yaitu beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf. Ada 3 macam pleksus yaitu:

1. Pleksus servikalis merupakan gabunagn urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diagfrahma.

2. Pleksus brachialis merupakan gabungan urat saraf lengan atas yang mempengaruhi bagian tangan.

3. Pleksus lumbo sakralis merupakan gabungan urat saraf punggung dan pinggang yang mempengaruhi bagian pinggang dan kaki.

2. Sistem Saraf Tak Sadar (Saraf Autonom)

Bermacam-macam sistem saraf yang telah dibahas di atas merupakan sistem saraf sadar. Disamping sistem saraf sadar kita juga memiliki sistem saraf tak sadar atau autonaom yabg bekerja secara otomatis, tidak di bawah kehendak saraf pusat. Contoh gerakan yang dikendalikan sistem saraf autonom adalah denyut jantung, gerak alat pencernaan, dan pengeluaran keringat. Sistem saraf ini terletak khusus di sumsum tulang belakang. Susunan saraf autonom terdiri atas susunan saraf simpatetik dan parasimpatetik. Perbedaan struktur antara saraf simpatetik dan parasimpatetik terletak pada posisi gaglion. Saraf simpatetik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang punggung yang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga memiliki serabut praganglion pendek yang memiliki serabut post ganglion yang panjang. Sebaliknya, saraf parasimpatetik memiliki serabut praganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu efektor yang memiliki selaput postganglion pendek. Yang dimaksud dengan serabut praganglion adalah serabut saraf yang menuju ganglion, sedangkan serabut postgsnglion adalah serabut saraf yang keluar sari ganglion.

a. Sistem Saraf Simpatetik

Sistem saraf simpetetik terletak di depan ruas tulang belakang dan berhubungan serta bersambung dengan sumsum tulang belakang melalui serabut-serabut saraf. Fungsi sistem saraf simpatetik dapat dilihat pada tabel 9.2.

b. Sistem Saraf Parasimpatetik

Susunan saraf parasimpatetik berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Fungsi susunan saraf parasimpatetik merupakan kebalikan fungsi saraf simpatetik. Fungsi saraf parasimpatetik dapat dilihat pada tabel 9.2.

Tabel 9.2 fungsi saraf simpatetik dan parasimpatetik

Bagian tubuh yang dipengaruhi

Saraf Simpatetik

Saraf Parasimpatetik

Iris (pupil)

Memperbesar pupil

Mengecilkan pupil

Bronkus

Memperbesar Bronkus

Memperkecil bronkus

Jantung

Mempercepat detak jantung

Memperlambat detak jantung

Arteri

Kontriksi (memperkecil diameter)

Dilatasi (memperbesar diameter)

Kantung seni

Menghambat kontraksi kantung seni (relaksasi kandung kemih)

Mengerutkan kandung kemih

Lambung

Menghambat kerja lambung

Memacu kerja lambung

Penis

Mengontrol ejakulasi

Merangsang ereksi

Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. CACING CAWU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger