Ruang lingkup asesmen matematika

Dalam belajar keterampilan matematika, ada dua dimensi yang harus dipelajari siswa yaitu; dimensi kuantitatif dan dimensi kualitatif. Yang dimaksud dengan dimensi kuantitatif adalah suatu pemahaman tentang konsep atau prinsif-prinsif dalam matematika yang diperoleh melalui proses belajar, namun setiap aspek yang dipelajari itu nampak masih berdiri-sendiri. Dalam pengertian lain, konsep atau prinsif matematika yang dipelajari itu belum dikaitkan dalam aplikasi sosialnya. Sebagai ilustrasi; seorang siswa telah belajar tentang oprasi hitung dan ia cukup terampil misalnya; oprasi hitung dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, tetapi keterampilan itu belum terkait langsung dalam kehidupannya secara riil, sehingga ia mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah yang bersifat aplikatif. Misalnya; ketika anak diminta untuk membeli sesuatu, ia menjadi kebingungan karena tidak mengetahui berapa uang yang harus dibayar dan berapa kembalian yang harus ia terima dari uang yang dimilikinya itu, sehingga keterampilan matematik yang telah dimilikinya (menjumlah, mengurang, mengalikan atau membagi) menjadi tidak fungsional. Jika persoalan ini terjadi, sebetulnya anak belum dapat dikatakan telah memiliki keterampilan matematika yang sesungguhnya, tetapi baru sampai pada tarap penguasaan pengetahuan yang bersifat konsep atau prinsif-prinsif dalam matematika. Itulah yang dimaksud dengan dimensi kuanitatif. Sedangkan yang dimaksud dalam dimensi kualitatif adalah keterampilan matematika yang bersifat generative knowlage dan dapat digunakan dalam memacahkan masalah secara nyata dalam kehidupan mereka, sehingga konsep-konsep yang telah dipelajarinya itu menjadi fungsional. Namun demikian proses penguasaan keterampilan matematika pada dimensi kualitatif akan didahului oleh penguasaan keterampilan matematika pada dimensi kuantitatif.. Oleh karena itu keterampilan matematika harus mencakup kedua dimensi tersebut..
Berasarkan asumsi itu, maka indikator untuk menentukan apakah seseorang telah sampai kepada penguasaan keterampilan matematika atau belum harus dilihat sampai pada dimensi kualitatifnya. Berkenaan dengan hal itu, untuk menetapkan apakah seorang siswa itu mengalami masalah dan hambatan dalam belajar matematika, maka asesmen ini akan melihatnya dari kedua dimensi tadi. Dengan cara itu diharapkan informasi yang berkaitan dengan penguasaan keterampilan matematika dimaksud dapat diketahui pada dimensi mana sesungguhnya masalah itu terjadi, dan penelesuran lebih lanjut berkenaan dengan akar masalah penguasaan keterampilan dari kedua dimensi matematika tadi dapat segera diketahui. 1). Dimensi Kuantitatif Ruang lingkup dalam dimensi kuantitatif ini mencakup aspek : (a). Keterampilan memamahmi konsep bilangan dan oprasi hitung (b). Keterampilan memahami konsep pecahan dan oprasi hitung (c). Keterampilan memahami konsep geometri dan oprasi hitung 2). Dimensi Kualitatif Ruang lingkup dalam dimensi kualitatif mencakup keterampilan dalam mengapli-kasikan konsep matematika dalam menghadapi situasi yang nyata berkenaan dengan : (a). Aplikasi perhitungan yang berkaitan dengan uang (b). Aplikasi perhitungan yang berkaitan dengan pengukuran (c). Aplikasi perhitungan yang beraitan dengan waktu
Sumber : Dr. Endang Rochyadi, M.Pd
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. CACING CAWU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger